Resume PDB (Perilaku dalam Berorganisasi)

Diposting oleh : rizky ae | Dirilis : 03:52:00 | Series :
Resume PDB ( Perilaku dalam Berorganisasi)

Nama: Rizky Yanwinarto
Nim: 10390100023


Pertemuan 1

Perilaku Keorganisasian


Mengapa perlu mempelajari perilaku keorganisasian?
  1. Mencapai Tujuan.
  2. Menjaga dari perilaku perorangan, kelompok, dan struktur dalam organisasi.
  3. Mencapai efisiensi.

Organisasi
  • Sebuah sistem yang membawa karyawannya untuk mencapai tujuan dari kebutuhan dalam Organisasi tersebut.

 Keberhasilan Organisasi
  • Mampu tidak manajer menjalankan fungsi manajemennya.
  • Tersedianya tenaga operasional yang terampil sesuai dengan bidangnya.
  • Tersedianya anggaran yang memadai.
  • Tersedianya sarana & prasarana kerja.
  • Adanya mekanisme kerja yang sesuai.
  • Iklik kerja yang positif


 Apa yang "MANAJER" lakukan ?????
  1. Manajer tidak melakukan pekerjaannya sendiri, tetapi Manajer melakukan pekerjaannya melalui orang lain.
  2. Membuat keputusan.
  3. Mengalokasikan SDM sesuai dengan kebutuhan dari setiap bidang dalam suatu organisasi untuk mendapatkan profit yang menguntungkan.

Fungsi Manajemen:
  • Planning -> Rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
  • Organizing -> Cara dalam berorganisasi ( Harus dapat membedakan mana teman mana musuh)
  • Actuating -> Motivasi.
  • Controlling -> Pemantauan kerja.

Peran Manajer

Henry Mintzberg (Donelly et al, 1987 dalam mempelajari aktivitas para manajer puncak menyimpulkan bahwa hari - hari kerja seorang manajer dipenuhi dengan berbagai kegiatan yg dpt dikelompokkan dalam 3 macam peran :

1. Peran Antarpribadi :
      1. Tokoh
      2. Pemimpin
      3. Penghubung

2. Peran Internasional :
      1. Pemantau
      2. Penyebar
      3. Juru Bicara

3. Peran Keputusan :
      1. Wirausaha
      2. Pengatur Gangguan
      3. Alokator Sumber Daya
      4. Perunding


Secara umum Manajer mempunyai 3 Skill : 
  1. Technical Skill.
  2. Interpersonal Skill / Human Skill.
  3. Conceptual Skill.


Kebutuhan ketrampilan di Tingkat Manajemen yang berbeda :
  1. Manajemen Puncak harus memiliki ketrampilan secara Konseptual.
  2. Manajemen Tengah harus memiliki ketrampilan secara Manusiawi.
  3. Manajemen Lini Pertama harus memiliki ketrampilan secara Teknis.


What is OB ??? 

OB ( Organisasi Behavior ) merupakan suatu Cabang Studi yang menggambarkan teori-teori yang mempelajari tentang persepsi secara perseorangan, nilai-nilai, ilmu, kapasitas pembelajaran, dan aksi- aksi tentang pekerjaan dalam sebuah grup / organisasi termasuk Sumber Daya Manusia, visi dan misi organisasi, tujuan organisasi, dan strategi yang akan digunakan dalalm organisasi tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa OB merupakan cara berpikir pada tingkat individu, kelompok dan organisasi.

- OB bersifat menggunakan prinsip, model, teori, dan metode-metode.
   >>Disiplin ilmu dalam OB psikologi, Sosiologi, Antroplogi, Publik.

- OB berorientasi pada kinerja.

- OB berhubungan pada faktor Eksternal.

- OB sangat tergantung pada metode-metode ilmiah yang menuntut rasionalistas.




                Basic Model OB





Unsur Pokok OB :
1. Orang.
2. Struktur.
3. Teknologi.
4. Lingkungan :
                       1. Mempengaruhi Sikap.
                       2. KOntrak Kerja.



Disipilin ilmu dalam OB
  • Psikologi : Ilmu yang berusaha mengukur, menjelaskan dan kadang mengubah perilaku manusia, dan binatang lain secara individu ( problem kesalahan, stress persepsi, kepribadian, pelatihan, dll ).
  • Sosiologi : Ilmu yang nempelajari sistem sosial dimana individu-individu menigisi peran-peran mereka ( dinamika kelompok, desaint tim, budaya organisasi, struktur komunikasi, konflik, dll ).
  • Psikologi Sosial : Memadukan konsep-konsep psikologi dan sosiologi. Fokus pada pengaruh orang pada orang lain ( Pola Komunikasi, proses pegambilan keputusan, dll ).
  • Antropologi : Mempelajari masyarakat & kegiatannya budaya dan lingkungannya. (Lingkungan organisasi, budaya nasional, dll).
  • Politik : Mempelajari perilaku individu dan kelompok dalam suatu lingkungan politik ( Instruktur konflik, alokasi kekuasaan, manipulasi kekuasaan ).


Tantangan OB
  • Responding to Globalization.
  • Improving Quality and Productivity.
  • Improving People's Skill.
  • Managing workforce diversity.
  • Empowering People.
  • Coping with Temporariness
  • Stimulating innovation and Change.
  • Improving ethical behavior
  • Declining empolyee loyality.



Pertemuan 2


Karakteristik Biografik

 ~ Suatu pribadi tiap individu yang obyektif dan mudah diperoleh dari catatan pribadi individu. ( usia, jk, status, perkawinan, masa kerja, dll )

 Dalam organisasi dikaitkan dengan kinerja dalam kepuasaan kerja.

 1. Usia
  •  Usia bertambah, kinerja menurun.
  • Jumlah Tenaga Kerja usia lanjut meningkat.
  • Semakin tua usia sseorang, kemungkinan turn over kecil.
  • Usia berbanding terbalik dengan ketidakhadiran.
  • Usia & kepuasaan kerja berasosiasi positif.
2. Jenis Kelamin.
  • Perbedaan Gender ( Jenis Kelamin ) tidak mempengaruhi kinerja.
  • Perbedaan Gender ( Jenis Kelamin ) tidak mempengaruhi kepuasan kinerja individu.
  • Tingkat absensi perempuan lebih tinggi.
3. Status Perkawinan.
  • Status perkawinan tidak mempengaruhi kinerja seseorang
  • Status perkawinan menurunkan tingkat absen, turn over, & meningkatkan kepuasan kerja.
4. Jumlah Tanggungan.
  • Tidak berhubungan dengan kinerja.
  • Berkorelasi positif dengan tingkat absen ( terutama wanita ) dan kepuasan kerja.
5. Masa Kerja.
  • Tidak berkorelasi dengan kinerja.
  • Ada hubungan negatif antara masa kerja & tingkat absen serta turn over.
6. Kemampuan
~ Kapasitas seseorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan.

Macam Kemampuan :
  • Intelektual : Kemampuan seseorang untuk mengerjakan aktivitas mental, ex: berhubungan dengan pikiran.
  • Fisik : Kemampuan untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina, kekuatan.
Berkorelasi positif dengan kinerja.


7. Kepribadian.
  • Cara-cara yang digunakan oleh individu untuk bereaksi dan berinteraksi dengan lingkungannya.



Faktor-faktor yang menetukan kepribadian seseorang : 
  1. Keturunan --> Bersifat Abadi.
  2. Lingkungan.
  3. Situasi.


Kelengkapan Kepribadian

*Locus of Control --> Tingkat kepercayaan akan nasibnya.
         - Internal : percaya bahwa nasibnya ditentukan oleh dirinya sendiri

         - Eksternal : percaya bahwa kekuatan luar (keberuntungan, kesempatan) akan mengontrol
                             nasibnya.

*Orientasi Pencapaian --> Need of Achieve
    - nAch berorientasi positif dengan kinerja

*Authorianism --> Aliran yang menyetujui adanya perbedaan status dan kekuasaan diantara orang di dalam suatu organisasi.
   - berpengaruh positif dan negatif (tergantung situasi kerjanya)

*Machiavellianisme
  yaitu derajad sejauh mana seseorang individu bersifat pragmatis, menjaga jarak emosional, dan meyakini bahwa tujuan dapat membenarkan cara.

   - orang dengan Mach yang tinggi cenderung pragmatis, tidak emosional, dan cocok untuk suatu pekerjaan dengan kecakapan bargaining (negosiasi).

*Penghargaan diri (self esteem) --> Tingkat senang atau tidaknya seseorang terhadap dirinya sendiri.

   - Penghargaan diri yg rendah --> tergantung pada penilaian positif orang lain, selalu mencari persetujuan, dan mudah dipengaruhi.

   - Penghargaan diri yg tinggi --> cenderung memiliki kepuasan kerja yg tinggi pula.

*Pemantauan diri (self monitoring) --> Sifat individu untuk mengukur kemampuan diri dalam menyesuaikan perilakunya dengan faktor-faktor situasional eksternal.

    - Pemantauan diri yg tinggi akan lebih mudah mengadaptasi perilakunya terhadap situasi yg berbeda.

*Pengambilan resiko (risk taking) --> Orang yang memiliki tingkat pengambilan resiko tinggi akan
lebih cepat dalam memberikan keputusan.


Personality-Job Fit

     - Teori yang dikemukakan oleh John Holland.

     - Keuasan kerja dan tingkat turn over tergantung pada kecocokan kepribadian individu dengan lingkungan kerjanya.


Persepsi

     - yaitu Proses dimana seseorang mengorganisasi dan menginterpretasi sensor/kesan yang ditangkapnya untuk mengartikan lingkungan.

     - perilaku orang didasari oleh persepsi mereka terhadap sesuatu, bukan pada kenyataan yang terjadi.


Faktor-faktor Persepsi

1. Perceiver (orang yang merasakan) --> Kesan yang ditangkap oleh indra, yangg dipengaruhi oleh karakter pribadi seperti: sikap, motif, minat, pengalaman masa lalu, dan harapan.

2. Target (sasaran) --> Karakteristik sasaran yang diamati dapat mempengaruhi persepsi seseorang.

3. Situasi --> Elemen-elemen di sekitar sasaran, seperti: waktu, situasi kerja, situasi sosial.


Persepsi Terhadap Orang Lain

1. Selective Perception --> Individu cenderung akan berpersepsi terhadap orang lain sesuai minat, latar belakang, dan pengalaman pribadinya.

2. Halo Effect --> Dalam mengambil kesimpulan tentang orang lain cenderung hanya memperhatikan satu karakteristiknya saja.

3. Contrast effect --> Individu dalam mengevaluasi karakteristik seseorang cenderung membandingkan dengan orang lain yang ditemui sebelumnya.

4. Projection --> Individu menempatkan karakteristik pribadinya pada diri orang lain yang hendak dinilainya.

5. Stereotyping --> Individu cenderung menilai karakteristik seseorang berdasarkan karakteristik
kelompok asalnya.


Proses Belajar

- Suatu tindakan untuk mencapai perubahan yang relatif permanen dalam perilaku individu, sebagai
akibat dari pengalaman.


Teori Social Learning:

Perilaku merupakan fungsi konsekuensi.

Tahapan:
  • Attentional process
  • Retention process
  • Motor reproduction process
  • Reinforcement process


Social Learning Process

- Attentional process (proses pemerhatian) --> Orang hanya belajar dari sesuatu yang mereka kenal/menarik perhatian.

- Retention process (proses pengingatan) --> Orang belajar dari model dan seberapa ingat akan model.

- Motor reproduction process (proses peniruan) --> Menirukan perilaku yang ingin dipelajarinya.

- Reinforcement process (proses penguatan) --> Individu dimotivasi untuk berperilaku tertentu.


Metode Pembentukan Perilaku Individu

- Possitive reinforcement (penguatan positif) --> Respon diikuti dg sesuatu yg menyenangkan.

- Negative reinforcement (penguatan negatif) --> Respon diikuti dengan penghentian atau
sesuatu yang tidak menyenangkan.

- Punishment (hukuman) --> Respon diikuti dengan kondisi yang tidak menyenangkan dalam usaha menghilangkannya.

- Extinction (pemadaman) --> Terjadi pengurangan bahkan penghilangan usaha yang membentuk perilaku.


Tujuan Mempelajari Kepribadian

- Menyelidiki kekuatan dan kelemahan sendiri, dan belajar bagaimana caranya menonjolkan segi
positif dan menyingkirkan segi negatif.

- Memahami orang lain dan menyadari bahwa orang lain berbeda tidak berarti bahwa perilaku mereka salah.




Pertemuan 3


Nilai, Sikap dan Kepuasan Kerja


NILAI/VALUE

• Nilai merupakan keyakinan mendasar yang menggambarkan pendirian individu bahwa sesuatu hal/perilaku lebih baik/benar daripada hal/perilaku yang lain.

Diperlukan karena…
• memberikan dasar pengertian ttg sikap dan motivasi seseorang.

• mempengaruhi persepsi dalam memandang suatu hal/sikap/masalah.


Sistem Nilai

- Sistem nilai adalah susunan peringkat nilai-nilai individu menurut kepentingannya.

- Sumber:
   - Genetik (bawaan).
   - Budaya nasional.
   - Lingkungan (keluarga, sekolah, teman).


6 Tipe Nilai (menurut Allport and Associate (dalam Robbins, 1993)) :

• Theoritical : nilai yang mengutamakan penemuan/pencarian kebenaran melalui pendekatan rasional dan kritikal.

• Economic : nilai yang menekankan kegunaan dan kepraktisan.

• Aesthetic : nilai yang mengagungkan bentuk dan keharmonisan.

• Social : nilai yg menekankan kecintaan terhadap orang-orang.

• Political : nilai yang menitikberatkan pada kekuasaan dan pengaruh.

• Religious : nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan pemahaman yangg sama tentang alam semesta.


SIKAP / ATTITUDE

Sikap/Attitude

• Pernyataan/pertimbangan evaluatif (baik yang diinginkan atau yang tidak) mengenai objek,
orang, atau peristiwa.

• Mencerminkan bagaimana seseorang merasakan sesuatu.

• Bersumber dari : lingkungan.

• Sifat: relatif /dapat berubah.


Komponan Sikap

• Kognitif : segmen pendapat/keyakinan dari suatu sikap.

• Afektif : segmen emosional/perasaan dari suatu sikap.

• Psikomotorik (perilaku) : alasan untuk berperilaku dalam suatu cara tertentu terhadap seseorang/sesuatu.

• Sikap dapat berpengaruh terhadap kinerja organisasi.

• Pimpinan --> berpengaruh terhadap bawahan.


Tipe Sikap

· Job satisfaction (kepuasan kerja): berkenaan dengan sikapumum individu terhadap pekerjaannya. Jika kepuasan kerja tinggi maka sikap terhadap pekerjaannya adalah positif, begitu pula sebaliknya.

- Job involvement (keterlibatan kerja): menunjukkan tingkat pengenalan dan keterlibatan diri dengan pekerjaan, serta kesadaran seseorang bahwa performance penting bagi dirinya,. Orang yang memiliki tingkat keterlibatan kerja tinggi maka ia akan lebih memperhatikan pekerjaannya.

- Organizational commitment (komitmen kepada organisasi), menunjukkan tingkat pengenalan, keterlibatan dan kesetiaan kepada organisasi, serta harapan dapat mempertahankan status keanggotaannya.












Komitmen organisasi

• Tingkat pengenalan, keterlibatan dan kesetiaan kepada organisasi, serta harapan dapat mempertahankan status keanggotaannya.

• Tingkat komitmen tinggi : tingkat absen dan turn-over rendah.

• Tingkat komitmen kepada organisasi lebih tepat dalam mengukur turnover seseorang daripad a tingkat kepuasan kerjanya.



KEPUASAN KERJA

Kepuasan Kerja

• Sikap individu secara umum terhadap pekerjaannya.

• Seperangkat perasaan pegawai tentang menyenangkan/tidaknya pekerjaan mereka.

• Hasil akhir yg komplek dari berbagai macam unsur pekerjaan, yaitu orang, peraturan, organisasi, serta lingkungan.


Ditentukan oleh:

• Mentally challenging work.

• Equitable rewards (imbalan yang sesuai).

• Supportive working conditions.

• Supportive collagues.

• Personality - job fit.


Mentally challenging work

• Tantangan yang rendah org akan.. cenderung bosan.

• Tantangan yang sedang akan membuat tenang & puas.

• Tantangan terlalu banyak akan membuat frustasi & merasa gagal.


Equitable rewards (imbalan yang sesuai)

• yaitu adanya keadilan dalam peraturan gaji & promosi

• mis: berdasarkan beban kerja, standar gaji umum, atau tingkat kemampuan individu


Supportive working conditions

• yaitu adanya dukungan kondisi kerja.

• mis: kondisi lingkungan kerja yang nyaman, fasilitas yang lengkap & tidak membahayakan akan
mendukung kepuasan kerja seseorang.


Supportive colleagues

• yaitu adanya dukungan kolega/teman akan membuat seseorang menjadi lebih mantap dalam bekerja.

• Alasan orang butuh berinteraksi & sosialisasi


Personality - job fit

• yaitu adanya kesesuaian antara kepribadian seseorang dg pekerjaannya.

• Personality - job fit akan membuat seseorang lebih puas karena dalam bekerja sekaligus ia dapat
menyalurkan bakat dan minatnya.


Pengaruh kepuasan kerja

• Produktivitas : hub tdk konsisten
Produktivitas juga ditentukan oleh :
(1) mekanisme pasar,
(2) kemampuan mesin

• Absen
ada korelasi negatif antara kepuasan kerja dengan tingkat absen.

• Turnover.
ada korelasi negatif antara kepuasan kerja dengan turnover (korelasinya lebih kuat dr absen)


Ungkapan ketidakpuasan karyawan

• exit (keluar)
yaitu ketidakpuasan yang diungkapkan lewat perilaku yang diarahkan meninggalkan organisasi.

• voice (bersuara)
yaitu ketidak puasan yang diungkapkan lewat usaha aktif dan konstruktif untuk memperbaiki kondisi.

• loyalty (kesetiaan)
yaitu tetap setia bertahan dalam organisasi tetapi bersikap pasif sambil menunggu kondisi membaik.

• neglect (lalai)
yaitu ketidak puasan yg dinyatakan dg mem-biarkan kondisi memburuk



Pertemuan 4

Motivasi

Apa yg kita hadapi?

• Situasi masalah (problem situation) --> adanya rintangan untuk mencapai tujuan.

• Situasi pilihan (choice situation) = situasi konflik --> adanya alternatif tindakan atau keputusan.

• Setiap keputusan mengarah ke tercapainya tujuan.

• Keputusan mana yg paling bermanfaat? --> upaya pemenuhan kebutuhan.



Motivasi?

• French and Raven :
– Motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk menunjukkan perilaku tertentu. Motivation is the set of forces that cause people to behave in certain ways.

• Greeberg & Baron (1997):
– Motivation as a set of process that arouse, direct, and maintain human behavior toward attaining some goal






Tiga Komponen Motivasi

• Arousal, sesuatu yang membangkitkan --> drive/dorongan.

• Direct, arah tindakan yang akan diambil.

• Maintenance, seberapa lama seseorang akan bertahan untuk mencapai tujuannya.

• Motivasi itu tidak terlihat/abstrak.

• Motivasi merupakan sesuatu yang multifaced (beberapa motif yang bekerja dalam satu waktu).


Beberapa Pendekatan Mengenai Motivasi

• Pendekatan tradisional atau dikenal sebagai traditional model of motivation theory,

• Pendekatan relasi manusia atau human relation model.

• Pendekatan sumber daya manusia atau human resources model.


Motivation Theory

• Content Theory

– Faktor-faktor yang membangkitkan, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku berasal dari dalam individu

– Apa yang menyebabkan seseorang termotivasi?



• Process Theory

– Bagaimana perilaku dibangkitkan, diarahkan, dan dipertahankan.

– Mengapa seseorang termotivasi?



Content Theory

• Teori Hirarki Kebutuhan Maslow.

• Teori ERG Alderfer.

• Model Motivator-Hygiene Herzberg.

• Teori Motivasi Mc Clelland.


Hirarki Kebutuhan Maslow

• Deficiency needs
– Fisiologis--> makan, minum.
– Keamanan & rasa aman.
– Belongingness.

• Growth needs
– Harga diri & ego (esteem & ego) --> kepercayaan, kompetensi.
– Aktualisasi diri (self-actualization) --> dipuji, prestasi kerja.



Hirarki Kebutuhan (Maslow)



Teori ERG dari Alderfer





ERG Alderfer

• Existence/eksistensi --> kebutuhan akan substansi material (makan, minum, uang, dll)

• Relatedness/relasi --> curhat, sahabat, dll

• Growth/pertumbuhan --> mengmbangkan kecakapan.



Teori 3 kebutuhan Atkinson dan McClelland




Kebutuhan Berprestasi

• 4 karakteristik :

– Memiliki keinginan yg kuat utk bertanggung jawab.

– Cenderung membuat tujuan dengan tingkat kesulitan yang sedang dan memperhitungkan resiko.

– Memiliki keinginan yang kuat untuk mendapatkan umpan balik.

– Fokus pada penyelesaian tugas.


Kebutuhan untuk Berkuasa

• Berkeinginan kuat untuk mengendalikan orang lain.



Kebutuhan untuk Berafiliasi

• Berkeinginan kuat untuk mendapatkan persahabatan.


Teori Dua Faktor dari Herzberg

• Motivating Factors

– kesempatan untuk berprestasi(achievement).

– pengakuan dalam lingkungan pekerjaan (recognition).

– kesempatan untuk bertanggungjawab (responsibility).

– kesempatan untuk berkembang dan mengembangkan diri (advancement and growth).


• Hygiene Factors

– kebutuhan akan kebijakan dan administrasi perusahaan yang jelas dan adil (company policy and administration).

– supervisi yang memadai (supervision).

– keserasian hubungan dengan supervisi (relationship with supervision).

– kondisi pekerjaan yang kondusif (working condition).

– gaji atau upah yang layak(salary).

– hubungan yang baik antar pekerja (relationship with peers).

– adanya penghargaan terhadap kehidupan pribadi (personal life).

– hubungan yang serasi dengan bawahan (relationship with subordinates).

– kejelasan status pekerjaan (job status).

– masa depan dari pekerjaan yang dijalani(job safety).





Pertemuan 5 dan 6


PERILAKU BERKELOMPOK & KOMUNIKASI

KELOMPOK?
- “Kumpulan yang terdiri dari dua individu atau lebih yang berinteraksi dan saling bergantungan, yang saling bergabung untuk mencapai tujuan tertentu”.
Source: Gibson


TIPE KELOMPOK

1. Kelompok formal
- Suatu kelompok kerja yang ditandai dengan struktur rganisasi, aturan, fungsi dan lain-lain.

a. Kelompok Komando (command group) --> Kelompok yang tersusun oleh atasan dan
bawahan dan ditentukan oleh bagan organisasi.

b. Kelompok Tugas (task group) --> Kelompok yang ditetapkan secara organisasional yang bekerja
sama untuk menyelesaikan suatu tugas.


TIPE KELOMPOK

2. Kelompok informal

- Suatu kelompok yang tidak terstruktur secara formal atau tidak ditetapkan secara organisasi, terdiri dari dua tipe yaitu :

a. Kelompok Kepentingan (interest group)
- Kelompok yang bekerja sama untuk mencapai suatu sasaran khusus yang menjadi kepedulian bersama.

b. Kelompok Persahabatan (friendship group) Kelompok yang bersama-sama karena
mempunyai kesamaan karakter.


ALASAN BERKELOMPOK

- Keamanan
- Status
- Harga diri
- Afiliasi/pertalian
- Kekuasaan
- Pencapaian Tujuan




TAHAP PERKEMBANGAN KELOMPOK

- Model 5 Tahap :
        - Pembentukan/forming
        - Keributan/storming
        - Penormaan/norming
        - Pelaksanaan/performing
        - Penundaan/adjourning


 KESUKSESAN KELOMPOK

- Kondisi Internal :
         - Kemampuan anggotanya
         - Ukuran kelompok
         - Tingkat konflik
         - Tekanan informal pd anggota kelompok

- Kondisi Eksternal


 KONDISI EKSTERNAL KELOMPOK

1. Strategi organisasi.
2. Struktur wewenang/otoritas.
3. Aturan formal.
4. Sumber daya organisasi.
5. Proses seleksi.
6. Penilaian prestasi dan sistem imbalan.
7. Budaya organisasi.
8. Kondisi kerja.


STRUKTUR KELOMPOK

- Kepemimpinan formal

-Peran --> seperangkat pola perilaku yang diharapkan dari seseorang yang menduduki posisi tertentu dalam unit sosial tertentu.

- Identitas peran: sikap & perilaku yang konsisten dengan perannya dalam kelompok.

- Persepsi peran: cara pandang tentang perilaku yang diharapkan dilakukan pada situasi tertentu.

- Pengharapan peran: perilaku yang diharapkan oleh orang lain agar seseorang melakukannya dalam situasi tertentu.

- Konflik peran: situasi dimana individu dihadapkan pada pengharapan peran yang bertentangan.


PROSES KELOMPOK :

- Sinergi.
- Efek fasilitas sosial.



Tugas Kelompok :

• Kompleks --> membutuhkan informasi yang lengkap, tidak bersifat rutin.
• Sederhana --> rutin, memiliki kejelasan prosedur.



PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELOMPOK





KOMUNIKASI
Adalah proses pengiriman ide atau pikiran, dari satu orang kepada orang lain dengan tujuan untuk menciptakan pengertian dalam diri orang yang menerimanya. ( C.A.Brown)


KOMUNIKASI SULIT ??

HETEROGEN PEOPLE :

- BEDA LATAR BELAKANG
- BEDA TINGKAT PENDIDIKAN
- BEDA PENGALAMAN / PARADIGMA
- BEDA PEKERJAAN, KEBUTUHAN
- BEDA KEDUDUKAN
- BEDA GAYA …..dsb.



FUNGSI KOMUNIKASI

• fungsi kontrol : pengendali perilaku.
• fungsi motivasi : faktor meningkatkan motivasi.
• fungsi ekspresi perasaan : penyampai perasaan kepada orang lain.
• fungsi informasi : penyampai data /informasi, lebih lanjut berguna untuk pengambilan keputusan.



PROSES KOMUNIKASI






ARAH KOMUNIKASI

- Komunikasi vertikal
     - Komunikasi ke bawah (memberi pengarahan, informasi, instruksi, dll)
     - Komunikasi keatas (suplai informasi yang terjadi di tk.bawah: laporan periodik, penjelasan, gagasan, dll).

- Komunikasi Lateral/Horizontal
      - Komunikasi antara anggota dalam kelompok yang sama.
      - Komunikasi antara departemen pad atingkatan
organisasi yang sama.
      - Bersifat koordinatif.

- Komunikasi Diagonal



KOMUNIKASI FORMAL & INFORMAL

- Formal
       - Dikendalikan oleh manajemen.
       - Kadang-kadang menghambat proses komunikasi.
       - Sebagian besar digunakan dalam penyelesaian tugas.

- Informal
       - Tidak dikendalikan oleh manajemen.
       - Mudah diterima.
       - Digunakan untuk menjalin hubungan lebih erat.



HAMBATAN KOMUNIKASI EFEKTIF

- Hambatan-hambatan organisasional
         - Tingkatan hierarki
         - Wewenang manajerial
         - Spesialisasi

- Hambatan-hambatan antar pribadi
         - Persepsi selektif
         - Status/kedudukan komunikator
         - Keadaan membela diri
         - Pendengaran lemah
         - Ketidaktepatan penggunaan bahasa



PENINGKATAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI

- Kesadaran akan kebutuhan komunikasi efektif.

- Penggunaan Umpan – Balik.

- Menjadi Komunikator yang lebih efektif.